‘Jimbafest 2016’ Meriahkan Hari Bumi (Earth Day Bali 2016)

Jimbaran Hijau bersama Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kuta Selatan, Kabupaten Badung, kembali mengadakan peringatan Hari Bumi dengan menyelenggarakan Jimbaran Festival (Jimbafest) pada 23 April 2016.

Direktur PT Jimbaran Hijau (JH) Putu Agung Prianta kepada media di Jimbaran, Bali, mengatakan kegiatan tersebut mengangkat tema “Green, Education, Art, Culture, and Fun”. Nilai dari tema yang diangkat yaitu untuk mengajak masyarakat dari segala usia dan kalangan untuk lebih sadar dengan planet bumi dan lingkungan sekitar.

Ia mengatakan kegiatan ini pihaknya mengajak untuk tetap menjaga lingkungan dengan upaya penghijauan dan melestarikan lingkungan (green). Mengajak seluruh kalangan khususnya anak usia dini dalam pendidikan pelestarian lingkungan (education).

“Event ini juga sebagai wadah menyalurkan bakat melalui seni (art) pada lomba-lomba yang kita adakan. Ajang tersebut juga memupuk rasa persaudaraaan serta menjaga budaya Bali yang berbasis “Tri Hita Karana” atau keseimbangan dan keharmonisan alam semesta). Kegiatan itu juga membawa kegembiraan bagi seluruh kalangan dalam perayaan Hari Bumi,” katanya.

Agung Prianta mengatakan komitmen Jimbaran Hijau dalam pelestarian lingkungan melakukan perhelatan Hari Bumi sejak tahun 2014. Pada waktu itu dilakukan dengan kegiatan menanam pohon bersama di area Jimbaran dengan mengajak sekitar 1.200 siswa-siswi dari 12 Sekolah dasar di Jimbaran, TNI dan berbagai institusi lainnya.

Sedangkan tahun 2015, kegiatan dilakukan penanaman pohon pada sekolah SD dan SMP yang ada di lingkungan Jimbaran, dan Lomba melukis untuk tingkat SD dengan tema “Mimpiku untuk Jimbaran”.

“Pada Jimbafest 2016 akan diadakan berbagai lomba dengan melibatkan peserta yang lebih besar yaitu tingkat kecamatan. Lomba yang digelar mengundang siswa-siswi dari 50 SD se-Kecamatan Kuta Selatan dan siswa-siswi dari 56 TK dan PAUD se-Kecamatan Kuta Selatan,” ucap Agung Prianta didampingi Ketua CSR Jimbaran Hijau Putu Suartini.

Ia menjelaskan lomba kreatifitas yang akan diikuti oleh siswa-siswi tingkat SD meliputi lomba poster dengan tema “Buanglah Sampah Pada Tempatnya”, Lomba “recycle” atau lomba daur ulang dengan bahan utama dari botol plastik bekas dan koran bekas yang di daur ulang menjadi barang yang memiliki kegunaan dalam kehidupan sehari-hari.

Disamping itu juga digelar lomba pidato dengan menyuarakan dan menyampaikan pendapat dengan menggunakan Bahasa Inggris mengangkat tema Hari Bumi. Lomba kreatifitas yang diikuti oleh siswa-siswi tingkat TK dan PAUD meliputi lomba mewarnai dengan tema “Mewarnai ikon Wayan Jeha”.

Selain lomba kreatifitas yang diikuti oleh anak-anak usia dini, juga diadakan “garden tour yaitu mengunjungi kebun hortikultura dan kebun hidroponik yang ada di “site project” Jimbaran Hijau.

Kegiatan ini akan mengajak institusi, undangan, dan para pendukung untuk melihat kebun hortikultura di “site project” Jimbaran serta pembukaan perdana kebun hidroponik. Pasar Murah dengan konsep “Green dan Community Gathering” akan diikuti oleh BEM Fakultas Pertanian Unud, Slowfood Youth Network Bali, Earth Hour Bali, Eco Bali Recycling, Komunitas Satwa Eksotik Bali, Inti & Gema Inti Bali, Sandhi Murti, Green Team Sanur dan Trash Heroes.

Selain stand komunitas, juga akan ada anjungan kuliner dan anjungan edukasi. Setiap peserta yang mengisi tiap anjungan akan diimbau untuk tidak menggunakan plastik jika ingin membungkus produk dan diimbau untuk menggunakan bahan yang ramah lingkungan.

Acara hiburan juga akan diadakan agar seluruh pengunjung yang datang dapat menikmati rangkaian acara dengan lebih bervariasi dan lebih menarik sehingga seluruh pengunjung dapat menikmati dan merasakan kebersamaan perayaan Hari Bumi.

Persembahan dari Sekolah Luar Biasa (SLB) B PTN Jimbaran dilanjutkan dengan penampilan dari rrtis dan band lokal Bali mulai dari Emoni Bali, Kelompok Lawak Sengap, Sound Of Mine, 4 Unit, Rockabali Mob, dan Zat Kimia.

Jimbafest 2016 didukung oleh BNI, BNN Provinsi Bali, Propan Raya, ICON, Samasta Summarecon, Jimbaran Greenhill, Ayana Residences, Springhill, WIR, dan Taman Bhagawan.

Kegiatan ini telah mendapatkan dukungan dari Bendesa Adat Jimbaran, Lurah Jimbaran, Kepala UPT Disdikpora Kecamatan Kuta Selatan, Camat Kuta Selatan, Kepala Disdikpora Kabupaten Badung, dan Kepala Disparda Kabupaten Badung.

Jimbaran Hijau adalah pengembang kawasan “Bali International Park (BIP)” yang bertujuan untuk membuat sebuah kawasan wisata terpadu baru di Bali. Kawasan ini mengutamakan kelestarian lingkungan, budaya dan kearifan lokal yang menjadi daya tarik utama Pulau Dewata.

Salah satu komitmen Jimbaran Hijau dalam pelestarian likungan adalah mengolah sampah organik menjadi kompos dan tidak menebang pohon di arealnya.

Kawasan ini didesain mengutamakan pejalan kaki dan sepeda untuk dapat menikmati gaya hidup sehat. Bali International Park akan memiliki fasilitas pendidikan, budaya, taman hiburan edukatif, zona hunian dan zona pariwisata berikut fasilitas pendukungnya.